Get money just by clicking advertisement here

Senin, 17 Oktober 2016

Alumni Hati Part 1


Dear you... seseorang disana yang entah kapan terakhir kalinya mengukir kisah di hari hari hidupku kuceritakan padamu sebuah kisah tentang perjalanan cinta kita yang telah usai.
      Perkenalkan namaku viky, aku adalah seorang penyiar di salah satu radio swasta di daerahku, menjadi seorang penyiar sekaligus sebagai mahasiswa menjadi tantangan sendiri untukku. malam itu, aku mengudara dengan program request sekuler yang kuyakini telah dinanti oleh para pendengar setiaku.Sebuah sms singkat masuk darimu meminta sebuah lagu untuk kuputarkan, katamu lagu itu untukku. aku tersenyum dan membalas dengan tawa riang, setiap hari kau selalu hadir dalam program radio yang kubawakan. 

         Taukah kamu? akupun sangat menantikanmu di sela-sela penyiaranku, membayangkan suatu hari nanti dapat bertemu muka denganmu. Hari itu hujan deras tak berhenti, sweater yang kukenakan tak kuasa menahan dinginnya angin yang menusuk tulang,kuputuskan untuk meneguk secangkir capuccino hangat sembari membaca pesan singkat yang hangat darimu. Kau ingin bertemu! , katamu kau ingin mengungkapkan sesuatu. perasaan hangat mendesir keras di hati ini, akankah pertemuan ini menjadi awal bagi kita berdua? kutanyakan kepadamu, kapan dan dimana kita bertemu? kau diam tak membalas... aku melihat seorang pria diujung jalan dengan mantel bisbol berwarna biru sedang melihat ke arahku.Apakah itu dirimu? kuketikkan lagi sebuah pesan singkat, kau tak membalas. 

        Perlahan kulihat pria diujung jalan mendekat ke arahku, semakin lama semakin dekat hingga tiba ke meja kerjaku merebut cappucino hangat yang tanpa kusadari menganggur tak jelas di depanku, kini seorang pria dengan postur tubuh 175cm, bermata coklat, berkulit sawo matang sedang tersenyum manis di depanku. aku diam tak berkutik, "Hai, aku Alex, kamu viky kan?" perkataanmu menyadarkanku, dengan tergagap aku memperkenalkan diriku, sungguh pertemuan yang awkward menurutku. Inisial Mr.A dari pendengar setiaku kini sudah berada di depanku, kami bercerita hingga hujan berhenti. perasaan nyaman itu membawa aku dan alex ke pertemuan-pertemuan selanjutnya,menantikan setiap saat bersamanya membuat hati ini berdegup kencang. Hari-hari pertemuan kita di dunia nyata jauh lebih sering dibandingkan pertemuan di udara, kata-kata manismu selalu mewarnai hariku.. ahh.. apakah ini cinta?

"AKANKAH PERETEMUAN INI BERUBAH MENJADI CINTA? ATAUKAH HANYA KESENANGAN SESAAT YANG TERCIPTA OLEH FREKUENSI SUARA DI UDARA?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar